Madura itu bukan hanya tentang sate, soto, atau garam apalagi
carok. Madura itu sesunguhnya punya banyak potensi yang belum digarap dengan
maksimal. Hasil perkebunan tembakau dari Sumenep konon yang terbaik kualitasnya
di dunia. Cadangan minyak bumi lepas pantai di beberapa daerah Madura juga
dikabarkan cukup berlimpah. Pelajar-pelajar dari Pulau Garam ini juga
bergantian menghiasi media massa dengan prestasi mereka menjuarai lomba tingkat
nasional. Dan bukan hanya itu, Madura juga punya potensi pariwisata yang cukup
menjanjikan andai dikelola dengan baik. Puluhan pantai indah membentang dari
sisi barat hingga timur pulau. Kerajinan Batik Tulis Madura dengan corak dan
warnanya yang berani mulai dikenal dunia. Wisata kuliner pun tak kalah
hebatnya. Lalu masih ada Karapan Sapi, wisata budaya yang bisa menjadi andalan
menarik minat para pelancong.
Potensi-potensi tersebut layak dikelola demi
kemakmuran masyarakat Madura. Demi impian itulah, sebuah kegiatan lomba Karapan Sapi yang tidak biasa diadakan di Lapangan Skep Bangkalan selama tiga
hari berturut-turut (30 Maret s.d 1 April 2013) oleh PERKASA bekerjasama dengan Komunitas Plat M.
Tidak biasa karena umumnya perlombaan karapan diadakan dalam rangkaian Piala
Presiden yang akan berlangsung bulan September atau Oktober. Karapan ini juga
tidak memperbolehkan adanya kekerasan terhadap sapi-sapi. Biasanya untuk memacu
sapi agar berlari lebih kencang, para joki menggunakan pecut yang diujungnya
tertancap paku-paku kecil yang dicambukkan ke bokong sapi.
Sang joki dan sepasang sapinya
Walaupun bukan termasuk event yang besar bila dibandingkan dengan
Karapan Sapi lainnya, pengunjung yang hadir cukup ramai. Selama tiga hari
pelaksanaannya, Stadion Skep tidak pernah sepi pengunjung. Beberapa fotografer
dari media massa nasional juga tampak dengan kamera-kamera besarnya. Bahkan
beberapa turis mancanegara tak mau kalah untuk datang. Mereka membaur dengan
penonton di garis finish, berpanas-panasan demi menyaksikan sendiri sapi-sapi
karapan berlomba di lintasan.
Seorang anak menyoraki sapi dengan kaleng berisi batu
Sepasang sapi kerrap menjelang garis finish
Bagi saya pribadi, ini adalah Karapan Sapi yang kesekian kalinya
saya saksikan secara langsung dengan mata kepala sendiri
. Sebagai orang yang tinggal hampir 5 tahun di Madura, tentu saja
sebuah kerugian besar untuk saya jika tidak pernah menyaksikan lomba karapan.
Untuk pertama kalinya pula saya datang ke arena karapan dengan kamera DSLR
. Walaupun hanya Canon 1100D tapi sudah cukup untuk menyalurkan
hobi fotografi yang baru saya geluti.
Berjuang menggapai garis finish
Saya sangat berharap kegiatan-kegiatan serupa akan berlangsung
secara berkesinambungan dengan pengelolaan dan kemasan yang lebih baik. Saya
yakin jika dikelola dengan baik, potensi wisata di Pulau Madura tidak kalah
dengan daerah lainnya di Jawa Timur bahkan Indonesia sekalipun. Teruslah
berpacu Karapan Sapi!







