music

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Minggu, 05 Mei 2013

kerapan sapi Madura


Madura itu bukan hanya tentang sate, soto, atau garam apalagi carok. Madura itu sesunguhnya punya banyak potensi yang belum digarap dengan maksimal. Hasil perkebunan tembakau dari Sumenep konon yang terbaik kualitasnya di dunia. Cadangan minyak bumi lepas pantai di beberapa daerah Madura juga dikabarkan cukup berlimpah. Pelajar-pelajar dari Pulau Garam ini juga bergantian menghiasi media massa dengan prestasi mereka menjuarai lomba tingkat nasional. Dan bukan hanya itu, Madura juga punya potensi pariwisata yang cukup menjanjikan andai dikelola dengan baik. Puluhan pantai indah membentang dari sisi barat hingga timur pulau. Kerajinan Batik Tulis Madura dengan corak dan warnanya yang berani mulai dikenal dunia. Wisata kuliner pun tak kalah hebatnya. Lalu masih ada Karapan Sapi, wisata budaya yang bisa menjadi andalan menarik minat para pelancong.
Potensi-potensi tersebut layak dikelola demi kemakmuran masyarakat Madura. Demi impian itulah, sebuah kegiatan lomba Karapan Sapi yang tidak biasa diadakan di Lapangan Skep Bangkalan selama tiga hari berturut-turut (30 Maret s.d 1 April 2013) oleh PERKASA bekerjasama dengan Komunitas Plat M. Tidak biasa karena umumnya perlombaan karapan diadakan dalam rangkaian Piala Presiden yang akan berlangsung bulan September atau Oktober. Karapan ini juga tidak memperbolehkan adanya kekerasan terhadap sapi-sapi. Biasanya untuk memacu sapi agar berlari lebih kencang, para joki menggunakan pecut yang diujungnya tertancap paku-paku kecil yang dicambukkan ke bokong sapi.

Sang joki dan sepasang sapinya
Walaupun bukan termasuk event yang besar bila dibandingkan dengan Karapan Sapi lainnya, pengunjung yang hadir cukup ramai. Selama tiga hari pelaksanaannya, Stadion Skep tidak pernah sepi pengunjung. Beberapa fotografer dari media massa nasional juga tampak dengan kamera-kamera besarnya. Bahkan beberapa turis mancanegara tak mau kalah untuk datang. Mereka membaur dengan penonton di garis finish, berpanas-panasan demi menyaksikan sendiri sapi-sapi karapan berlomba di lintasan.

Seorang anak menyoraki sapi dengan kaleng berisi batu

Sepasang sapi kerrap menjelang garis finish
Bagi saya pribadi, ini adalah Karapan Sapi yang kesekian kalinya saya saksikan secara langsung dengan mata kepala sendiri :D . Sebagai orang yang tinggal hampir 5 tahun di Madura, tentu saja sebuah kerugian besar untuk saya jika tidak pernah menyaksikan lomba karapan. Untuk pertama kalinya pula saya datang ke arena karapan dengan kamera DSLR :) . Walaupun hanya Canon 1100D tapi sudah cukup untuk menyalurkan hobi fotografi yang baru saya geluti.

Berjuang menggapai garis finish
Saya sangat berharap kegiatan-kegiatan serupa akan berlangsung secara berkesinambungan dengan pengelolaan dan kemasan yang lebih baik. Saya yakin jika dikelola dengan baik, potensi wisata di Pulau Madura tidak kalah dengan daerah lainnya di Jawa Timur bahkan Indonesia sekalipun. Teruslah berpacu Karapan Sapi!

Pantai Lombang


Pantai Lombang merupakan salah satu objek wisata terbaik di Pulau Madura. Pantai ini juga merupakan salah satu pantai terindah yang ada di pulau garam ini. Pantai Lombang terletak di sebelah timur Sumenep, sekitar 25 kilometer dari Kota Sumenep, tepatnya di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.
Pantai Lombang
Pantai Lombang merupakan objek wisata andalan Kabupaten Sumenep. Pantai ini memiliki keindahan alam yang lebih bagus lagi dari pantai tetangganya, Pantai Slopeng. Karakteristik pantai ini adalah pasir putih yang lembut yang membentang sepanjang 12 kilometer dihiasi dengan jejeran pohon cemara udang yang tumbuh lebat di tepi pantai menambah keindahan dan teduh pantai ini.
Indah
Di tepi pantai dibawah pohon cemara udang terdapat beberapa tempat berteduh seperti gazebo yang dibangun oleh pemerintah setempat sebagai fasilitas penunjang untuk memanjakan pengunjung agar betah berlama-lama menikmati pemandangan alam di pantai ini.
Pasir Putih Lembut
Di Pantai Lombang ombaknya tidak begitu besar sehingga aman untuk sobat dan putra-putri untuk berenang di pantai yang memiliki air laut jernih, bersih dan berwarna hijau kebiru-biruan. Disini sobat bisa menunggu si buah hati bermain pasir dan air laut sembari sobat dengan pasangan menikmati es kelapa muda dan rujak madura di bawah pohon cemara udang yang teduh.
Selain wisatawan lokal, di pantai ini juga kadang-kadang dikunjungi oleh turis asing apalagi saat libur panjang atau hari raya Ketupat(seminggu setelah hari raya lebaran). Karena di waktu itu, di Pantai Lombang diadakan pementasan kebudayaan Sumenep, orkes dangdut dan band, serta kegiatan hiburan lainnya, dan pengunjungnya bisa membludak.
Wisata Andalan Sumenep
Memang pantai ini sempat menjadi sengketa antara pemerintah dan warga sekitar yang tidak terima tanahnya di klaim oleh pemerintah. Namun saat ini keadaan Pantai Lombang berangsur-angsur normal dan semakin banyak pengunjungnya.
Untuk fasilitas, terdapat beberapa warung makanan dan minuman, kamar bilas seusai berenang di laut, dan beberapa penginapan untuk sobat bermalam. Bagi sobat yang ingin berkemah, disini sobat bisa mendirikan tenda di tempat yang telah disediakan. Untuk tiket masuk ke pantai ini sebesar Rp 5 ribu ditambah biaya parkir kendaraan. Dari Kota Surabaya pantai ini bisa ditempuh selama 6 jam perjalanan.